Masuk gopek… keluar gopek…

Mei 5, 2008 pukul 12:00 am | Ditulis dalam Humor | 2 Komentar
Dikarenakan adanya larangan dari pemerintah, maka para hidung belang tidak berani lg ke rumah2 bordil, akibatnya para PSK sudah mulai kehilangan pelanggan.
Para PSK pun mulai berpikir keras bagaimana caranya agar tetap mendapatkan pelanggan demi kelangsungan hidup.
Seorang PSK bernama Wati menemukan sebuah ide cemerlang agar dia tetap laku, caranya tidak lain adalah dengan “banting harga”. Tarif yang ditawarkan tidak muluk-muluk yaitu Rp. 500 (gopek) sekali masuk, dan gopek sekali keluar dengan catatan “harus dibayar dengan uang pas”.
Alhasil wati yang terkenal bahenol mulai kedatangan pelangan dari segala kalangan, namun umumnya yg datanga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Seorang mahasiswa bernama Toyib ikut mengantri untuk melepaskan hasrat, setelah menunggu beberapa lama dengan antrian yang panjang akhirnya giliran Toyib tiba juga. Setelah memasuki kamar cinta Toyib pun memulai serangannya.
Seorang bapak yg gilirannya di belakang Toyib mulai tidak sabar, “Kok lama amat nih bocah?!” serunya sambil menimang bungkusan berisi uang Gopek-an. Setelah beberapa waktu batas kesabaran si bapak pun habis, dia mengetuk pintu kamar dan berteriak
“Hei bocah!!! lama amat loe! gue juga dah pengen nih!!!”
Toyib pun menjawab…
“anu pak, uang saya cuma gopek…”


2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. critanya si bocah ga mau ngeluarin itunya?
    *ngeluarin duitnya maksudnya, karena tinggal gopek*šŸ˜‰

  2. […] Masuk gopekā€¦ keluarĀ gopekā€¦ […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: